30 Meter dari Bibir Kawah, Dua WNA Korban Erupsi Dukono Ditemukan Meninggal Dunia

banner 120x600

kierahainsight.id | Halut — Operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono memasuki hari ketiga dengan hasil yang tragis. Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan puncak Gunung Dukono akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (10/5).

Kedua korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 11.55 WIT di area yang sangat dekat dengan bibir kawah aktif Gunung Dukono. Lokasi penemuan berada sekitar 30 meter dari kawah, tidak jauh dari titik ditemukannya Engel, warga negara Indonesia (WNI), pada proses pencarian sehari sebelumnya.

Berdasarkan keterangan tim di lapangan, kedua korban diduga meninggal dunia setelah tertimpa material batu vulkanik yang dimuntahkan saat erupsi terjadi.

Proses evakuasi berlangsung dalam situasi berisiko tinggi. Tim penyelamat harus bergerak di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, hujan abu, cuaca ekstrem, serta medan terjal di sekitar jalur puncak Gunung Dukono.

“Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena aktivitas vulkanik masih berlangsung dan kondisi di sekitar kawah cukup berbahaya,” ujar salah satu personel tim gabungan di lokasi evakuasi.

Ia menjelaskan, tim penyelamat harus memperhitungkan setiap pergerakan selama berada di area puncak guna menghindari potensi lontaran material vulkanik maupun erupsi susulan.

“Kondisi medan cukup berat, jarak pandang juga beberapa kali terganggu akibat abu vulkanik. Namun seluruh personel tetap berupaya menyelesaikan proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.

Untuk memaksimalkan pencarian, personel gabungan yang terdiri dari, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat dibagi ke dalam empat kelompok kerja yang bergerak secara terkoordinasi di jalur pendakian dan area puncak kawah.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama proses evakuasi berlangsung. Karena itu seluruh tim bergerak dengan pengawasan dan koordinasi ketat,” tambahnya.

Dengan peralatan terbatas dan kondisi alam yang tidak menentu, tim harus bergerak secara hati-hati untuk menghindari risiko di sekitar kawah aktif Gunung Dukono yang sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan aktivitas.

Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan puncak, jenazah kedua korban kemudian dibawa menuju posko utama sebelum diteruskan ke RSUD Tobelo guna proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

“Misi kemanusiaan ini penuh risiko, tetapi seluruh personel tetap bertahan menjalankan tugas hingga proses pencarian selesai dilakukan,” tutupnya.

Evakuasi tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Dukono yang hingga kini masih terus mengalami erupsi. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *