KIERAHAINSIGHT.ID | Target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, kini memasuki fase akhir. Meski progres fisik telah mencapai 91 persen, pemerintah daerah menilai ritme pekerjaan di lapangan perlu kembali dipacu agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan seluruh pekerjaan tersisa dituntaskan pada akhir Oktober 2026. Percepatan dinilai penting bukan hanya untuk mengejar target proyek, tetapi juga memastikan siswa memperoleh lingkungan belajar yang layak, nyaman, dan mendukung proses pendidikan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian saat Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe meninjau langsung lokasi pembangunan, Selasa (29/9/2026). Evaluasi lapangan dipandu Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J. Papilaya dengan melibatkan unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pelaksana proyek.
Piet mengatakan pemerintah mengikuti perkembangan pembangunan sejak tahap awal. Menurutnya, terdapat perubahan ritme pekerjaan dalam beberapa waktu terakhir sehingga pelaksana diminta mengambil langkah percepatan.
“Kami ikuti perkembangan pekerjaan. Kami lihat akhir-akhir ini pekerjaan melambat, tidak seperti awal. Ini sangat berpengaruh. Langkah harus cepat dalam proses pembangunan sekolah,” ujar Bupati Piet Babua.
Bagi pemerintah daerah, penyelesaian bangunan sekolah tidak semata berkaitan dengan terpenuhinya target fisik proyek. Ketersediaan ruang belajar yang memadai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif bagi siswa.
Pihak kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya, menyampaikan progres kumulatif pembangunan saat ini telah mencapai 91 persen. Perwakilan kontraktor, Adi Zulhadi, memastikan pekerjaan yang tersisa akan dikebut dengan target penyelesaian keseluruhan pada akhir Oktober 2026.
Selain bangunan utama, sejumlah fasilitas pendukung juga masih menjadi bagian dari pekerjaan akhir, termasuk lapangan sepak bola sekolah. Adi mengatakan fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada periode yang sama.
Namun, lapangan sepak bola belum serta-merta dapat digunakan setelah pekerjaan fisiknya selesai. Kondisi rumput harus terlebih dahulu mencapai tingkat pertumbuhan dan kestabilan yang memungkinkan lapangan digunakan secara optimal oleh para siswa.
“Percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama kami. Untuk lapangan sepak bola, ditargetkan selesai pada akhir Oktober, namun untuk pemakaiannya harus menunggu rumput stabil terlebih dahulu agar nantinya bisa optimal memberikan ruang bagi siswa dalam beraktivitas,” terang Adi.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan pembangunan tersebut akan terus dikawal hingga seluruh fasilitas benar-benar siap difungsikan. Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, menegaskan pengawasan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara agar hambatan yang masih tersisa dapat segera ditangani.
Kunjungan tersebut juga melibatkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara serta sejumlah kepala dinas teknis dari tingkat provinsi dan kabupaten. Kehadiran lintas sektor itu diarahkan untuk mengidentifikasi sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis maupun sosial yang masih ditemukan di lapangan. (ask)














