PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Resmikan Gereja GMIH Kristus Itu Raja Pitu, Bupati Halut Soroti Peran Keluarga

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Pesan tentang keluarga menjadi salah satu perhatian Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, saat meresmikan dan memimpin pentahbisan Gedung Gereja Baru Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Kamis (17/9/2026).

Di hadapan jemaat, Piet tidak hanya berbicara tentang selesainya pembangunan gedung gereja. Ia mengajak jemaat melihat momentum tersebut sebagai awal untuk membangun kehidupan gereja yang lebih nyata melalui iman, persekutuan, pelayanan, dan kesaksian.

“Selesainya pembangunan gedung gereja bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membangun gereja yang hidup,” kata Piet.

Menurut orang nomor 1 Halut itu, gereja yang hidup tidak berhenti pada aktivitas di dalam gedung. Nilai-nilai iman juga perlu tumbuh dalam keluarga, terutama dalam mendampingi generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan sosial.

“Keluarga merupakan gereja kecil. Karena itu, orang tua perlu hadir secara nyata dalam mendampingi anak, membangun komunikasi, menanamkan nilai iman dan membentuk karakter,” ujarnya.

Piet menilai kehadiran orang tua sangat penting dalam proses pembentukan karakter anak. Pendampingan dan komunikasi di dalam keluarga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai serta keteladanan sejak dini.

Peresmian gedung baru tersebut menandai perjalanan panjang Jemaat GMIH Kristus Itu Raja Pitu sejak pembangunan dimulai pada 17 November 2015.

Jemaat ini berdiri pada 17 April 2014. Setelah melewati proses pembangunan selama hampir 11 tahun, gedung gereja akhirnya resmi ditahbiskan pada 17 September 2026.

Ketua BPHS-GMIH Pembaharuan Halmahera Utara, Pdt. Anselmus Puasa, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan. Ia berharap gedung tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan kehidupan jemaat.

“Gedung gereja ini kiranya tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi menjadi pusat pertumbuhan iman, persekutuan, pelayanan dan kesaksian,” kata Anselmus.

Prosesi pentahbisan diawali ibadah di gedung gereja lama, kemudian dilanjutkan menuju gedung baru dengan doa, pembacaan Alkitab, dan pemberitaan Firman Tuhan oleh Pdt. Leundame S. Boediman.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti, dan pelepasan burung merpati, kemudian dilanjutkan dengan ibadah di gedung gereja yang baru.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, DPRD, kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, pimpinan GMIH, panitia pembangunan, tokoh agama, tokoh masyarakat, jemaat, serta undangan lainnya. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *