PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Karhutla Halut Tak Hanya dari Kebun, Pemkab Soroti Puntung Rokok dan Pembakaran Sampah

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), memperluas langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tak hanya menyasar aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan, pemerintah daerah kini memberi perhatian pada potensi sumber api dari aktivitas sehari-hari, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan dan pembakaran sampah.

Langkah tersebut diambil di tengah meluasnya Karhutla yang telah menjangkau 16 dari 17 kecamatan di Halut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut mencatat sedikitnya 120 titik api, dengan perkiraan area terdampak mencapai 508,6 hektare.

Pencegahan Karhutla menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, di Ruang Fredy Tjandua (FTJ) Kantor Bupati Halut, Senin (21/9/2026).

Bupati meminta jajaran pemerintah daerah memperluas pengawasan terhadap sumber-sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.

“Pencegahan Karhutla harus dilakukan langsung dari sumber potensi apinya sebelum membesar dan sulit dikendalikan. Penanganan tidak bisa hanya berfokus pada area kebun, tetapi juga kelalaian di ruang publik dan sepanjang jalur transportasi,” tegas Piet.

Salah satu langkah yang diminta Bupati adalah memperkuat peran Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengingatkan para pengemudi kendaraan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan di sepanjang jalur transportasi.

“Dishub harus mengingatkan para pengemudi agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena kita tidak tahu di mana kemudian api itu bisa muncul dan berkembang,” ujar Bupati.

Pengawasan juga diarahkan pada aktivitas pembakaran sampah. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta meningkatkan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat di ruang publik dan kawasan permukiman.

“Satpol PP juga harus meningkatkan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat supaya tidak membakar sampah sembarangan. Kondisi sekarang membutuhkan kewaspadaan bersama,” katanya.

Bupati menekankan pentingnya pencegahan sebelum kebakaran berkembang. Jajaran pemerintah daerah diminta tidak menunggu api membesar untuk kemudian melakukan penanganan.

“Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Sumber-sumber api yang bisa dicegah harus kita antisipasi dari awal,” tegasnya.

Di sisi pemantauan, Pemkab Halut menggunakan informasi citra satelit yang kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi faktual atau ground checking oleh tim gabungan di lapangan.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan titik yang terdeteksi dapat segera diperiksa dan ditangani berdasarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dengan sebaran Karhutla yang telah mencapai 16 kecamatan, Pemkab Halut kembali meminta masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah kita. Jangan membakar lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan jika melihat adanya titik api,” ujar Piet.

Pemerintah daerah menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan munculnya titik api baru. Dengan 120 titik api dan 508,6 hektare area terdampak, koordinasi lintas sektor dan penguatan pencegahan terus dilakukan untuk mengendalikan Karhutla di Halmahera Utara. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *