KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian warisan leluhur sejak dini. Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, E. J. Papilaya, membuka secara resmi lomba tarian tradisional Cakalele dan Tide-Tide tingkat Sekolah Dasar (SD) di halaman Kantor Bupati Halut, Jumat (22/5).
Pergelaran seni yang digagas dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Utara ini ditandai secara simbolis lewat pemukulan Tifa oleh Sekda, disaksikan jajaran fungsionaris daerah dan puluhan peserta.
Agenda budaya ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Halut Hertje Manuel, Kabag Umum Setda Markus Aurmatin, tim dewan juri, serta para guru pendamping. Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran tim penabuh tifa pengiring lokal yang didatangkan langsung dari Desa Kakara, Kecamatan Tobelo.
Dalam arahannya, Sekda E. J. Papilaya menegaskan pentingnya menanamkan rasa bangga terhadap adat Hibualamo kepada generasi masa depan daerah sejak berada di bangku sekolah.
“Pagi ini kita melaksanakan lomba tarian Cakalele dan Tide-Tide sebagai bagian dari pelestarian budaya. Kita harus bahagia dilahirkan dalam adat dan bangga dibesarkan sebagai anak-anak yang berbudaya Hibualamo. Warisan ini tidak boleh dilupakan,” ujar Papilaya.
Ia berharap, pengenalan budaya yang dimulai dari tingkat dasar ini dapat terus membekas dan berlanjut hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Jika sejak SD sudah terbiasa dengan tarian Cakalele dan Tide-Tide, maka seumur hidup mereka akan terus mengingat dan melestarikannya. Jadi harapannya, setelah ikut di tingkat SD, lanjutkan terus hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” harapnya.
Lebih lanjut, Papilaya mengingatkan bahwa karakteristik kebudayaan Halmahera Utara yang kuat telah diakui secara luas, baik di kancah nasional maupun internasional.
“Masyarakat Hibualamo dikenal sangat kental dengan adat budayanya. Kita pernah sukses menggelar Kongres AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) se-Indonesia, di mana semua orang mengenal Tobelo atau Halmahera Utara kuat dengan adat dan budayanya. Bahkan sampai di level PBB pun nama Tobelo sudah dikenal. Itu artinya dunia sudah tahu tentang kita, maka kita harus terus melestarikan lewat kegiatan adat seperti ini,” tambahnya.
Mewakili jajaran eksekutif, Sekda juga melayangkan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru pendamping yang terus konsisten membina talenta muda di bidang seni dan kebudayaan daerah.
“Hari ini, selaku pemerintah daerah mewakili Bupati dan Wakil Bupati merasa bangga karena adik-adik siswa ini selalu antusias untuk diasuh, diarahkan, dididik, dan dibina oleh bapak-ibu guru untuk terangkul dalam kegiatan adat budaya. Terima kasih kepada seluruh guru yang sudah mengikutsertakan siswanya. Semoga ke depan, sekolah-sekolah di Halmahera Utara selalu ramai berpartisipasi dalam setiap kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari upaya kita mewarisi apa yang ditinggalkan oleh para leluhur,” jelas Sekda.
Menutup sambutannya, Papilaya memberikan motivasi kepada seluruh siswa yang berkompetisi agar mengedepankan sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai ruang ekspresi yang menggembirakan.
“Dalam sebuah lomba, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Ada yang juara dan sudah pasti senang, ada yang belum juara mungkin akan bersedih. Namun, jangan berkecil hati jika belum juara, karena kalian semua sudah hebat bisa tampil dan mengekspresikan kreasi Cakalele dan Tide-Tide. Tetap semangat, teruslah berlatih, dan selamat berlomba,” pungkasnya. (ask)
















