kierahainsight.id | Halut — Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menyambut langsung kedatangan jenazah korban di Posko Evakuasi Erupsi Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Sabtu (9/5) pukul 18.25 WIT.
Suasana haru menyelimuti posko evakuasi saat jenazah tiba setelah dievakuasi tim gabungan dari kawasan terdampak erupsi Gunung Dukono. Bupati Piet tampak mendampingi langsung proses penerimaan jenazah bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M. Lumbun Gaol, Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnusa, serta perwakilan Kedutaan Besar Singapura, Sharon Chan dan Khairul Anwar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ini bukan hanya duka keluarga korban, tetapi duka kita semua,” ujar Piet.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus mengawal proses penanganan korban bersama tim gabungan di tengah kondisi Gunung Dukono yang masih berisiko.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan seluruh tim gabungan,” katanya.
Bupati Piet juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, Basarnas, dan relawan yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Mereka bekerja dalam situasi yang berat dan penuh risiko. Pemerintah daerah sangat menghargai dedikasi seluruh tim di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena medan yang berat dan material abu vulkanik yang masih tebal.
“Jarak pandang terbatas dan tim harus bergerak sangat hati-hati selama proses evakuasi,” jelas Iwan. (ask)
















