kierahainsight.id | Halut — Dandim 1508/Tobelo, Alex Donald M. L. Gaol, menyebut erupsi Gunung Dukono kali ini termasuk yang paling besar dalam beberapa waktu terakhir karena disertai lontaran batu vulkanik yang membahayakan para pendaki di kawasan puncak gunung.
“Gunung Dukono memang hampir setiap hari mengalami erupsi, tetapi kali ini erupsinya lebih besar dan disertai lontaran batu vulkanik,” ujar Alex saat konferensi pers di Polres Halmahera Utara, Jumat (8/5) malam.
Ia mengatakan tinggi kolom abu erupsi kali ini jauh di atas aktivitas normal Gunung Dukono sebelumnya.
“Biasanya tinggi kolom abu hanya berkisar 600 hingga 800 meter di atas kawah, namun kali ini mencapai sekitar 10 ribu meter,” kata Alex.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi korban menjadi sangat berisiko karena material vulkanik masih terus berjatuhan di area gunung.
“Yang berbahaya kali ini bukan hanya abu vulkanik, tetapi juga material batu yang terus terlontar di sekitar kawasan puncak,” ujarnya.
Ia mengatakan situasi itu menjadi salah satu alasan tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian pada Jumat sore.
“Kondisi di lapangan cukup berisiko sehingga pencarian sementara dihentikan demi keselamatan personel,” kata Alex.
Meski demikian, ia memastikan tim gabungan akan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu (9/5) setelah kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik dinilai memungkinkan.
“Kami kerahkan personel TNI untuk membantu evakuasi dan pembukaan jalur. Besok pagi pencarian akan kembali dilanjutkan,” ujarnya.
Alex juga mengimbau masyarakat dan pecinta aktivitas ekstrem untuk sementara tidak melakukan pendakian maupun mendekati kawasan Gunung Dukono.
“Status Gunung Dukono masih Level II dan aktivitas vulkaniknya masih tinggi. Untuk sementara jangan melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono,” tegas Alex.
Operasi SAR hingga kini masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PVMBG, Dinas Kesehatan, dan masyarakat setempat. (ask)
















