kierahainsight.id | Halut — Proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono dihentikan sementara pada Jumat (8/5) pukul 18.00 WIT akibat cuaca buruk dan material vulkanik yang masih terus berjatuhan di kawasan gunung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim SAR gabungan yang berada di jalur evakuasi diminta kembali ke pos pengamatan demi keselamatan personel di lapangan.
“Cuaca di lokasi hujan dan material batu serta abu vulkanik masih terus berjatuhan, sehingga proses evakuasi dihentikan sementara,” ujar Iwan.
Ia mengatakan operasi pencarian dan evakuasi akan kembali dilanjutkan setelah kondisi di kawasan Gunung Dukono dinyatakan lebih aman.
“Personel tim SAR yang melaksanakan evakuasi sudah ditarik kembali ke pos pengamatan dan evakuasi akan dilanjutkan besok,” katanya.
Rombongan pendaki diduga tertimpa material vulkanik saat berada di kawasan puncak Gunung Dukono.
Data sementara mencatat total 20 pendaki berada di lokasi saat kejadian, terdiri dari sembilan WNA asal Singapura dan 11 warga negara Indonesia (WNI).
Dua WNA asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia hingga kini belum dapat dipastikan karena korban belum ditemukan. Sementara satu pendaki WNI bernama Engel masih dalam pencarian.
Operasi SAR masih berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PVMBG, Dinas Kesehatan, dan masyarakat setempat.
“Tim di lapangan masih bersiaga sambil menunggu kondisi cuaca membaik,” ujarnya. (ask)
















