kierahainsight.id | Halut — Tim SAR Gabungan gerak cepat melakukan evakuasi terhadap lima pendaki yang dilaporkan mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5).
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, pada pukul 08.55 WIT. Laporan tersebut diperkuat dengan terdeteksinya sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin di kawasan puncak Gunung Dukono.
Koordinator Pos SAR Tobelo, Rudin, mengatakan laporan awal menyebutkan sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi dan membutuhkan bantuan evakuasi segera.
“Kepala Desa Mamuya menginformasikan ada pendaki yang luka-luka akibat erupsi dan meminta bantuan SAR untuk dilakukan evakuasi,” ujar Rudin.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 09.10 WIT menggunakan rescue car menuju Desa Mamuya, Kecamatan Galela, sebelum melanjutkan perjalanan dengan pendakian ke titik korban.
“Tim bergerak menuju lokasi dan saat ini masih dalam perjalanan untuk proses evakuasi korban,” katanya.
Berdasarkan data sementara, jumlah korban tercatat lima orang dan seluruhnya masih dalam proses evakuasi. Hingga kini identitas para pendaki belum diketahui.
“Seluruh korban masih dalam penanganan tim gabungan di lapangan,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan personel Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, serta masyarakat setempat. Tim juga membawa perlengkapan evakuasi, medis, dan komunikasi untuk mendukung operasi penyelamatan.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih bergerak menuju lokasi korban di kawasan Gunung Dukono. (ask)
















