Tarif Truk Pelabuhan Tobelo Diusulkan Naik 25 Persen, Dishub Halut Mediasi Pengusaha dan Sopir

banner 120x600

kierahainsight.id | Halut – Kenaikan biaya operasional transportasi mulai berdampak pada aktivitas distribusi barang di Pelabuhan Tobelo. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Halmahera Utara bersama Paguyuban Pengemudi Truk Pelabuhan Tobelo memediasi rapat antara pengusaha angkutan dan pelaku usaha terkait rencana kenaikan tarif jasa transportasi barang.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya perawatan armada disebut menjadi pemicu utama usulan penyesuaian tarif angkutan barang di Pelabuhan Tobelo.

Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Utara, Wahyudin Ahmad, mengatakan pemerintah daerah hanya bertindak sebagai mediator agar tercapai kesepakatan antara pengemudi, pengusaha angkutan, dan distributor barang.

“Kami hanya memfasilitasi pembahasan. Keputusan tetap berdasarkan kesepakatan bersama seluruh pihak,” ujar Wahyudin, Jumat (8/5).

Dalam rapat tersebut, pengemudi dan pengusaha angkutan mengusulkan kenaikan tarif pada kisaran 20 hingga 25 persen.

Menurut Wahyudin, usulan itu muncul karena biaya operasional transportasi terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

“Harga BBM, biaya perawatan kendaraan, hingga suku cadang mengalami kenaikan. Karena itu ada permintaan penyesuaian tarif,” katanya.

Meski demikian, Dishub meminta seluruh pelaku usaha tetap mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat.

“Kami berharap penyesuaian tarif dilakukan secara rasional agar tidak memicu kenaikan harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.

Selain membahas tarif angkutan, rapat juga menyoroti penataan distribusi barang di pelabuhan agar aktivitas bongkar muat berjalan lebih tertib dan lancar.

Jika disepakati, tarif baru akan mulai berlaku setelah kedatangan kapal berikutnya pada 13 Mei mendatang. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *