Literasi hingga Kenakalan Anak Jadi Sorotan, Bupati Halut Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

banner 120x600

kierahainsight.id | Halut – Rendahnya literasi dan numerasi serta meningkatnya kenakalan anak usia sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Hal itu disampaikan Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, saat rapat koordinasi bersama para kepala sekolah di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara, Selasa (5/5).

Dalam arahannya, Bupati Piet mengatakan dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga perilaku anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kita sekarang mengalami semacam keterpurukan di bidang pendidikan. Literasi dan numerasi kita juga agak kurang berkembang secara baik,” katanya.

Ia menegaskan kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab besar dalam membina siswa karena menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan anak didik setiap hari. “Kebijakan pendidikan disusun pemerintah daerah, namun kepala sekolah dan guru menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan peserta didik dalam proses pembinaan di sekolah,” ujarnya.

Menurut Piet Hein, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memberi perhatian serius terhadap pembinaan moral dan perilaku siswa sejak pendidikan dasar. “Bukan hanya pembinaan ilmu pengetahuan yang kita kembangkan, tetapi pembinaan karakter mereka juga harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Ia mengaku prihatin karena berbagai bentuk kenakalan mulai ditemukan pada anak-anak usia sekolah, bahkan di tingkat sekolah dasar. “Gejala yang terjadi di daerah ini, banyak kenakalan justru melibatkan anak-anak usia sekolah, bahkan masih SD,” ungkapnya.

Salah satu persoalan yang kini mendapat perhatian pemerintah daerah adalah perilaku menyimpang di kalangan pelajar, termasuk maraknya konsumsi lem ehabon. “Berdasarkan hasil rapat dengan Forkopimda, salah satu yang mencuat adalah maraknya konsumsi lem ehabon di kalangan anak-anak dan ada yang masih bersekolah,” tegas Piet.

Karena itu, ia meminta para kepala sekolah melalui guru-guru di setiap satuan pendidikan agar terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap siswa. “Jangan henti-hentinya memberikan arahan dan motivasi terhadap pembentukan karakter perilaku anak didik kita,” katanya.

Menurut Piet Hein, pembinaan karakter harus dimulai sejak pendidikan dasar karena menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan daerah. “Pembentukan karakter dan perilaku anak didik kita harus dimulai sejak awal pendidikan dasar. Jika kita terlambat memulainya, maka akan sulit kita melakukan perbaikan,” tandasnya.

Ia berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan moral dan karakter untuk melahirkan generasi Halmahera Utara yang cerdas, disiplin, dan memiliki masa depan yang baik. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *