KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Hari kedua Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Tahun 2026 di Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Jumat (24/7), diwarnai semangat persatuan dan rekonsiliasi.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos hadir sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap proses penyatuan GMIH yang diharapkan semakin memperkuat pelayanan gereja di Maluku Utara.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Sherly disambut Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Bupati Halmahera Barat James Uang, Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J. Papilaya, unsur Forkopimda, Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice, Ketua Sinode GMIH Pusat Pelayanan WKO Pdt. Anselmus Puasa, serta ribuan jemaat.
Dalam sambutannya, Sherly mengajak seluruh peserta sidang untuk kembali mengingat tujuan awal berdirinya GMIH pada 6 Juni 1949. Menurutnya, GMIH lahir bukan sekadar sebagai sebuah organisasi, melainkan sebagai gereja yang dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui pelayanan kepada sesama.
“GMIH hadir karena panggilan Tuhan untuk menyebarkan kasih-Nya. Para pendahulu memilih bersatu dan berjalan bersama agar pelayanan gereja dilakukan dalam semangat kebersamaan. Karena itu, mari kita terus mengutamakan kasih daripada perbedaan,” ujar Sherly.
Ia menjelaskan, istilah sinode berasal dari bahasa Yunani, yakni syn yang berarti “bersama” dan hodos yang berarti “berjalan”. Makna tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh warga GMIH dipanggil untuk berjalan bersama menuju satu tujuan, yakni melaksanakan kehendak Tuhan.
Sherly menegaskan gereja adalah satu tubuh dan satu Roh yang harus terus memelihara persatuan dalam ikatan damai sejahtera. Karena itu, setiap keputusan yang dihasilkan dalam Sidang Sinode Istimewa Bersama diharapkan dilandasi kasih, kerendahan hati, dan semangat rekonsiliasi.
“Saya hadir bukan hanya sebagai Gubernur Maluku Utara, tetapi juga sebagai saudara seiman yang memiliki harapan besar kepada GMIH. Gereja yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat, dan gereja yang bersatu akan memberikan dampak yang baik bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Sherly menegaskan sidang tersebut bukanlah ruang untuk menentukan siapa yang menang atau kalah, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan mengembalikan fokus gereja pada panggilannya.
“Sidang ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana setiap keputusan membawa GMIH semakin dekat kepada kehendak Tuhan,” tegasnya.
Ia berharap Sidang Sinode Istimewa Bersama menghasilkan keputusan yang semakin memperkokoh persatuan GMIH, membentuk generasi muda yang berkarakter, serta menjaga komitmen gereja untuk terus menghadirkan kasih, pengampunan, dan damai sejahtera di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menutup sambutannya, Sherly mengajak seluruh keluarga besar GMIH untuk terus memelihara persaudaraan dan mengedepankan kasih dalam setiap langkah pelayanan.
“Mari kita terus baku bae, baku jaga, memelihara persaudaraan, dan mengutamakan kasih daripada perbedaan. Sebab yang terpenting bukanlah siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana kita bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kasih dan memuliakan nama-Nya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyatuan GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Maluku Utara dalam Sidang Sinode Istimewa Bersama. Menurutnya, kehadiran Gubernur menjadi dukungan moral yang memberikan semangat baru bagi seluruh peserta sidang.
“Kehadiran Ibu Gubernur memberikan semangat, harapan, dan kesejukan bagi seluruh peserta Sidang Sinode Istimewa Bersama. Dukungan ini menjadi energi positif untuk terus membangun persatuan GMIH,” kata Demianus.
Sebagai bentuk penghormatan, panitia menyerahkan cenderamata berupa Parang dan Salawaku, simbol budaya Halmahera Utara yang melambangkan keberanian, keteguhan, serta perlindungan terhadap persatuan. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sherly juga menandatangani prasasti peresmian Gedung Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi.
Usai menghadiri Sidang Sinode Istimewa Bersama, Gubernur Maluku Utara melanjutkan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Desa Kukumutu, Kecamatan Kao, bersama Bupati Halmahera Utara dan unsur Forkopimda. (khi)














