PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

150 Kontingen Halmahera Utara Bertolak ke Pesparawi Nasional XIV, Bawa Misi Prestasi dan Nama Baik Malut

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Sebanyak 150 anggota kontingen Kabupaten Halmahera Utara resmi diberangkatkan menuju ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Keberangkatan ini menandai dimulainya misi Halmahera Utara untuk bersaing bersama ribuan peserta dari seluruh Indonesia pada salah satu perhelatan seni musik gerejawi terbesar di tanah air.

Kontingen yang terdiri dari peserta, pelatih, pendamping, dan ofisial itu bertolak dari Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Kecamatan Tobelo, Kamis (18/6).

Rombongan bergerak menuju Pelabuhan Ferry Sofifi sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Ternate. Selanjutnya, pada Jumat (19/6/2026), seluruh kontingen dijadwalkan mengikuti pelepasan resmi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebelum terbang ke Manokwari.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Daerah (LPPD) Kabupaten Halmahera Utara yang juga Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E.J. Papilaya, mengatakan keberangkatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian persiapan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

“Kontingen yang berangkat hari ini membawa lebih dari sekadar target kompetisi. Mereka membawa identitas daerah, nama baik gereja, dan representasi masyarakat Halmahera Utara di forum nasional. Karena itu seluruh peserta harus menunjukkan kualitas, disiplin, dan karakter yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi,” kata Papilaya.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan selama ini tidak hanya berfokus pada kemampuan vokal dan teknik paduan suara, tetapi juga membangun kesiapan mental serta kedisiplinan peserta dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Latihan yang dijalani selama berbulan-bulan harus menjadi modal utama untuk tampil percaya diri. Kami ingin seluruh peserta menunjukkan hasil pembinaan yang telah dilakukan serta mampu bersaing secara sehat dengan kontingen dari berbagai provinsi,” ujarnya.

Papilaya menekankan bahwa menjaga kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting mengingat padatnya agenda yang akan diikuti selama pelaksanaan Pesparawi Nasional.

“Kompetisi ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik. Karena itu saya meminta seluruh peserta menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, serta fokus pada setiap tahapan lomba agar dapat tampil maksimal ketika berada di atas panggung,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai keikutsertaan Halmahera Utara dalam Pesparawi Nasional memiliki arti strategis karena menjadi ruang untuk memperkenalkan kualitas pembinaan seni musik gerejawi yang berkembang di daerah.

“Pesparawi adalah wadah untuk menunjukkan bahwa daerah-daerah di Maluku Utara memiliki potensi dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Kami ingin kehadiran Halmahera Utara memberi kontribusi positif bagi kontingen Maluku Utara secara keseluruhan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPD Kabupaten Halmahera Utara, Hans Loleng, menjelaskan seluruh anggota kontingen yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan pembinaan yang cukup panjang.

“Jumlah kontingen yang berangkat sebanyak 150 orang yang terdiri dari peserta lomba, pelatih, pendamping, dan ofisial. Seluruhnya merupakan bagian dari hasil pembinaan yang telah dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi Pesparawi Nasional,” ujarnya.

Hans mengatakan berbagai aspek teknis telah dipersiapkan secara matang, mulai dari penguatan materi lagu, teknik vokal, kesiapan mental peserta hingga kebutuhan administrasi dan logistik perjalanan.

“Kami berupaya memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi sehingga mereka dapat fokus pada penampilan dan kompetisi. Persiapan yang dilakukan tidak hanya menyangkut aspek musikal, tetapi juga kesiapan organisasi dan manajemen kontingen,” katanya.

Menurut Hans, Pesparawi memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan paduan suara karena menjadi ruang perjumpaan umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pesparawi merupakan perpaduan antara kompetisi, pelayanan, dan persaudaraan. Di sana peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga saling belajar, membangun jejaring, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.

Ia optimistis persiapan yang telah dilakukan dapat menjadi modal bagi kontingen Halmahera Utara untuk memberikan penampilan terbaik di Manokwari.

“Kami datang dengan persiapan yang serius. Tentu hasil akhir akan ditentukan di arena lomba, tetapi yang terpenting seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang telah dibangun selama masa pembinaan,” katanya.

Pesparawi Nasional XIV akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 20–28 Juni 2026 dan diikuti lebih dari 8.000 peserta dari 38 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut mempertandingkan 12 kategori lomba dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji TUHAN Pada Segala Waktu” serta subtema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua.”

Selain perlombaan paduan suara, agenda nasional itu juga dirangkaikan dengan rapat kerja nasional, kegiatan pelayanan gerejawi, serta kampanye lingkungan hidup melalui tagline “Gerakan Harmoni, Rawat Bumi.”

Bagi Halmahera Utara, keikutsertaan dalam Pesparawi Nasional bukan hanya tentang mengejar prestasi di panggung kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda, mengembangkan seni musik gerejawi, serta membawa nama daerah dan Maluku Utara dalam perhelatan nasional yang mempertemukan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *