KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO — Petinju Halmahera Utara, Prada Juannito Richard Putra Malansi, sukses menyumbangkan medali emas pada cabang olahraga tinju kelas Elite 48 kilogram dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (POPROV) V Maluku Utara 2026. Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi atlet yang juga merupakan prajurit Yonif TP-866/Satria Gamrange itu untuk tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026.
Medali emas yang diraih Juannito menjadi salah satu capaian penting bagi kontingen Halmahera Utara di cabang tinju. Keberhasilannya dinilai mencerminkan hasil pembinaan atlet yang berjalan berkelanjutan sekaligus memperlihatkan potensi petinju daerah untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Halmahera Utara, Lamala, mengatakan pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi modal penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional.
“Keberhasilan Juannito meraih medali emas menunjukkan bahwa atlet Halmahera Utara memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkembang. Ini merupakan hasil dari proses latihan, disiplin, serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten,” kata Lamala di Tobelo, Senin (16/6).
Menurut Lamala, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Yonif TP-866/Satria Gamrange yang memberikan kesempatan kepada Juannito untuk memperkuat kontingen Halmahera Utara pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada Komandan Yonif TP-866/Satria Gamrange yang telah memberikan dukungan sehingga Juannito dapat tampil membela Halmahera Utara. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka ruang bagi atlet berprestasi mengembangkan potensinya,” ujarnya.
PERTINA Halmahera Utara kini mulai memfokuskan persiapan Juannito menuju PON Bela Diri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Menurut Lamala, peningkatan intensitas latihan dan penguatan aspek teknis akan menjadi bagian dari program persiapan atlet menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat nasional.
“Setelah POPROV, fokus kami adalah mempersiapkan Juannito menghadapi level kompetisi berikutnya. Targetnya bukan hanya berpartisipasi, tetapi mampu tampil kompetitif dan membawa nama Maluku Utara di tingkat nasional,” katanya.
Ia menilai prestasi yang diraih Juannito dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di Halmahera Utara untuk menekuni olahraga secara serius.
“Prestasi atlet daerah memiliki dampak yang besar terhadap regenerasi. Ketika ada atlet yang berhasil menembus podium, itu menjadi contoh bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang tepat dapat menghasilkan prestasi,” ujar Lamala.
Keberhasilan Juannito mempersembahkan emas pada POPROV V Maluku Utara memperkuat posisi tinju sebagai salah satu cabang olahraga potensial bagi Halmahera Utara. Dengan agenda persiapan menuju PON Bela Diri 2026, perhatian kini tertuju pada upaya mempertahankan performa dan meningkatkan daya saing atlet agar mampu berbicara lebih jauh di panggung nasional. (ask)














