KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara menandai tuntasnya tugas Kabupaten Halmahera Utara sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut. Di balik sukses penyelenggaraan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga menyampaikan evaluasi terbuka atas berbagai kekurangan yang masih terjadi selama pelaksanaan ajang tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua saat memberikan sambutan pada acara penutupan Porprov V Maluku Utara di Stadion Pittu, Kecamatan Tobelo Tengah, Minggu (14/6).
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan, Porprov V menjadi momentum penting yang tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga antardaerah, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
“Dengan berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara, kita juga menuntaskan sebuah perjalanan besar dalam penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi di Halmahera Utara. Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KONI Maluku Utara serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai tuan rumah penyelenggaraan Porprov V,” kata Piet.
Sebagai penyelenggara, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap sejumlah kendala yang muncul selama pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara tersebut.
Piet secara terbuka mengakui masih terdapat keterbatasan dalam pelayanan maupun fasilitas yang disediakan selama perhelatan berlangsung.
“Kami menyadari bahwa selama pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat berbagai kekurangan dan keterbatasan dalam pelayanan maupun fasilitas yang kami sediakan. Untuk itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh kontingen, atlet, ofisial, dan tamu yang hadir apabila terdapat hal-hal yang belum berkenan selama berada di Halmahera Utara,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Piet, penyelenggaraan Porprov V memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Arus kedatangan peserta dari berbagai daerah dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor usaha mikro, perdagangan, jasa transportasi, hingga usaha kuliner.
“Porprov V tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah telah menggerakkan aktivitas usaha lokal, khususnya sektor UMKM, perdagangan, jasa, dan ekonomi masyarakat secara umum. Karena itu, kami juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan seluruh kontingen selama berada di Halmahera Utara,” katanya.
Dampak ekonomi tersebut menjadi salah satu aspek penting yang kerap menyertai penyelenggaraan event olahraga berskala besar. Selain menjadi panggung prestasi atlet, Porprov juga menciptakan perputaran ekonomi melalui kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Lebih jauh, Piet menilai Porprov V meninggalkan warisan yang tidak kalah penting berupa penguatan persaudaraan antarwilayah di Maluku Utara. Menurutnya, semangat sportivitas dan kebersamaan yang terbangun selama kompetisi harus terus dijaga sebagai modal pengembangan olahraga daerah.
“Kami berharap semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan yang terbangun selama Porprov V dapat terus terjaga serta menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan kemajuan olahraga di Maluku Utara pada masa mendatang,” tambahnya.
Porprov V Maluku Utara sendiri telah mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota dalam berbagai cabang olahraga. Selain menjadi ajang perebutan prestasi dan medali, kompetisi ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet daerah menuju agenda olahraga yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan yang dipusatkan di Halmahera Utara, perhatian kini beralih pada tindak lanjut pembinaan atlet serta pemanfaatan dampak ekonomi dan sosial yang ditinggalkan Porprov V bagi masyarakat Maluku Utara. Ajang ini tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga meninggalkan catatan penting tentang bagaimana olahraga mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah. (ask)














