KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO — Kota Ternate resmi keluar sebagai Juara Umum Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Maluku Utara Tahun 2026 setelah mengumpulkan 70 medali emas, 52 perak, dan 45 perunggu hingga berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan di Kabupaten Halmahera Utara. Prestasi tersebut menempatkan Ternate di puncak klasemen akhir PORPROV V sekaligus mempertahankan dominasinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Maluku Utara.
Di bawah Ternate, tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara tampil impresif dengan meraih 50 medali emas, 41 perak, dan 39 perunggu. Raihan tersebut menjadi capaian penting bagi kontingen Halut yang mampu bersaing hingga akhir kompetisi dan mengukuhkan diri sebagai runner-up ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Sementara posisi ketiga ditempati Kota Tidore Kepulauan dengan koleksi 15 emas, 18 perak, dan 25 perunggu.
PORPROV V Maluku Utara berlangsung selama sepekan, sejak 8 hingga 15 Juni 2026 di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Ajang ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari 10 kabupaten dan kota yang bersaing dalam berbagai cabang olahraga untuk memperebutkan supremasi olahraga daerah.
Berdasarkan rekapitulasi akhir panitia, total medali yang diperebutkan mencapai 660 medali yang terdiri atas 183 medali emas, 182 medali perak, dan 295 medali perunggu.
Selain tiga besar, Kabupaten Halmahera Barat menempati posisi keempat dengan 14 emas, 18 perak, dan 39 perunggu. Kabupaten Halmahera Selatan berada di posisi kelima dengan 10 emas, 9 perak, dan 37 perunggu.
Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Kepulauan Sula sama-sama mengoleksi enam medali emas. Namun Morotai unggul dalam jumlah perak sehingga berada di posisi keenam dengan 6 emas, 13 perak, dan 26 perunggu. Kepulauan Sula menempati posisi ketujuh dengan 6 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Kabupaten Halmahera Tengah mengakhiri kompetisi di posisi kedelapan dengan 5 emas, 9 perak, dan 18 perunggu. Kabupaten Halmahera Timur berada di urutan kesembilan dengan 5 emas, 7 perak, dan 38 perunggu. Sementara Kabupaten Pulau Taliabu menutup PORPROV V dengan raihan 2 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Ketua Panitia PORPROV V Maluku Utara, Makmur Gamgulu, menilai keberhasilan pelaksanaan PORPROV tahun ini tidak hanya tercermin dari suksesnya penyelenggaraan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas persaingan olahraga antardaerah.
“PORPROV V Maluku Utara tidak hanya berhasil dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kualitas persaingan olahraga antardaerah. Hampir seluruh kontingen mampu menampilkan atlet-atlet terbaiknya dan menciptakan kompetisi yang sehat hingga hari terakhir pertandingan. Ini menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga di kabupaten dan kota mulai menunjukkan hasil yang positif,” kata Makmur.
Menurutnya, penyelenggaraan PORPROV yang berjalan aman dan lancar merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat sejak tahap persiapan hingga penutupan.
“Keberhasilan penyelenggaraan selama sepekan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, panitia, pemerintah daerah, sponsor, hingga masyarakat. Dukungan tersebut menjadi faktor utama sehingga seluruh rangkaian PORPROV dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai agenda yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Makmur menegaskan bahwa hasil yang dicapai setiap daerah seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
“Yang paling penting setelah PORPROV adalah bagaimana setiap daerah menjadikan hasil kompetisi ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet. Medali memang menjadi ukuran prestasi, tetapi keberlanjutan pembinaan merupakan kunci untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing pada level nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Pada acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Ketua Umum KONI Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa PORPROV memiliki arti yang lebih luas dibanding sekadar persaingan perolehan medali.
“PORPROV bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan ruang untuk mengukur hasil pembinaan olahraga yang dilakukan masing-masing daerah selama ini. Dari kompetisi ini kita dapat melihat potensi atlet yang perlu mendapatkan perhatian lebih serta cabang olahraga yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan ke depan,” kata Sarbin.
Menurut Sarbin, semangat sportivitas dan persaudaraan yang terbangun selama kompetisi menjadi salah satu capaian penting yang harus dipertahankan.
“Saya melihat semangat sportivitas dan persaudaraan yang ditunjukkan para atlet selama kompetisi berlangsung menjadi capaian yang tidak kalah penting dibandingkan perolehan medali. PORPROV telah mempertemukan putra-putri terbaik Maluku Utara dalam satu semangat kebersamaan untuk memajukan olahraga daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tugas besar berikutnya adalah memastikan atlet-atlet potensial hasil PORPROV mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.
“Ke depan, tugas kita tidak berhenti setelah penutupan PORPROV. Pemerintah daerah, KONI, dan pengurus cabang olahraga harus memastikan atlet-atlet yang lahir dari ajang ini tetap mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan. Mereka adalah aset olahraga Maluku Utara yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan regional, nasional, hingga level internasional,” tegas Sarbin.
Berakhirnya PORPROV V Maluku Utara menandai selesainya pesta olahraga terbesar tingkat provinsi, namun sekaligus membuka babak baru pembinaan atlet di seluruh daerah. Hasil yang tercatat di Tobelo bukan hanya menjadi ukuran prestasi kontingen, melainkan juga peta kekuatan olahraga Maluku Utara yang akan menentukan arah pembinaan menuju kompetisi yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang.
Klasemen Akhir PORPROV V Maluku Utara 2026
- Kota Ternate — 70 emas, 52 perak, 45 perunggu
- Kabupaten Halmahera Utara — 50 emas, 41 perak, 39 perunggu
- Kota Tidore Kepulauan — 15 emas, 18 perak, 25 perunggu
- Kabupaten Halmahera Barat — 14 emas, 18 perak, 39 perunggu
- Kabupaten Halmahera Selatan — 10 emas, 9 perak, 37 perunggu
- Kabupaten Pulau Morotai — 6 emas, 13 perak, 26 perunggu
- Kabupaten Kepulauan Sula — 6 emas, 11 perak, 23 perunggu
- Kabupaten Halmahera Tengah — 5 emas, 9 perak, 18 perunggu
- Kabupaten Halmahera Timur — 5 emas, 7 perak, 38 perunggu
- Kabupaten Pulau Taliabu — 2 emas, 4 perak, 5 perunggu
Total: 183 emas, 182 perak, 295 perunggu (660 medali). (ask)














