KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Harapan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) untuk mengamankan medali emas di cabang olahraga tenis lapangan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara harus tertunda. Tampil di hadapan publik sendiri di Lapangan Tenis Jalan Siswa, Kecamatan Tobelo, Halut sukses meloloskan atlet ke partai final nomor tunggal putra dan ganda putra, namun akhirnya harus puas membawa pulang dua medali perak.
Pada nomor tunggal putra, medali emas diraih Kota Ternate, sementara Halut menempati posisi kedua dan Kabupaten Kepulauan Sula meraih medali perunggu. Sementara pada nomor ganda putra, Kabupaten Kepulauan Sula keluar sebagai juara, Halut kembali finis sebagai runner-up, dan Kabupaten Halmahera Selatan menempati posisi ketiga.
Capaian tersebut menunjukkan daya saing atlet tenis lapangan Halut di ajang Porprov. Namun di balik keberhasilan menembus dua partai final, tim tuan rumah ternyata menghadapi kendala teknis yang muncul pada fase-fase krusial pertandingan.
Pelatih tenis lapangan Halut, Bripka Muara Dona Sinaga, mengungkapkan persoalan peralatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa atlet saat memasuki babak penentuan.
“Kendala utama kami berada pada kesiapan peralatan pertandingan. Raket atlet tunggal putra putus saat semifinal sehingga pada laga final ia terpaksa menggunakan raket lain yang kurang sesuai dengan karakter permainannya,” kata Muara Dona, Sabtu (13/6).
Menurutnya, perubahan peralatan pada level pertandingan yang kompetitif dapat memengaruhi kenyamanan atlet dalam mengembangkan permainan, terutama ketika menghadapi laga yang menuntut konsistensi dan ketepatan pukulan.
Kendala serupa juga dialami pasangan ganda putra Halut. Saat memasuki pertandingan penting, kondisi peralatan yang digunakan tidak lagi berada dalam performa optimal.
“Di nomor ganda, senar raket sudah kendor sementara atlet tidak memiliki raket cadangan. Di sisi lain, fasilitas untuk penarikan ulang senar raket saat ini hanya tersedia di Kota Ternate, sehingga penanganan peralatan tidak bisa dilakukan dengan cepat selama kompetisi berlangsung,” ujarnya.
Dalam olahraga tenis lapangan, kondisi raket dan ketegangan senar menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi kualitas permainan. Perubahan peralatan maupun kondisi senar yang tidak ideal berpotensi memengaruhi kontrol bola, akurasi pukulan, hingga kepercayaan diri atlet saat bertanding.
Meski demikian, perjuangan atlet Halut tetap membuahkan hasil positif. Keberhasilan menempatkan wakil pada dua partai final sekaligus menunjukkan bahwa tenis lapangan Halut mampu bersaing dengan para pesaing terbaik dari kabupaten dan kota lain di Maluku Utara.
Hasil Porprov V juga menjadi catatan evaluasi bagi pengembangan cabang olahraga tenis lapangan di daerah, terutama terkait ketersediaan perlengkapan pendukung dan fasilitas perawatan peralatan pertandingan. Keterbatasan sarana teknis yang masih terpusat di Kota Ternate menjadi tantangan tersendiri bagi atlet dari daerah lain ketika menghadapi kendala peralatan di tengah kompetisi.
Bagi Halut, dua medali perak yang diraih di Lapangan Tenis Jalan Siswa, Kecamatan Tobelo, memang belum mampu mengantarkan tuan rumah berdiri di podium tertinggi. Namun, keberhasilan menembus dua final sekaligus menunjukkan bahwa tenis lapangan Halut tetap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan pada Porprov V Maluku Utara.
Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam olahraga prestasi, kesiapan fisik, mental, strategi, dan dukungan peralatan yang memadai sering kali menjadi faktor pembeda yang menentukan perjalanan seorang atlet menuju medali emas. (ask)














