KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas olahraga dan sistem pembinaan atlet setelah berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara 2026. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi olahraga daerah sekaligus meningkatkan daya saing atlet menuju level nasional dan internasional.
Komitmen itu disampaikan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, saat menghadiri penyerahan medali cabang olahraga atletik di Arena GOR Kecamatan Tobelo, Jumat (12/6). Menurutnya, pelaksanaan Porprov menjadi momentum penting untuk menilai kesiapan sarana olahraga sekaligus memetakan langkah pengembangan olahraga daerah ke depan.
Bupati Piet mengungkapkan dirinya secara langsung memantau sebagian besar venue pertandingan sejak Porprov mulai bergulir. Dari hasil pemantauan tersebut, pelaksanaan pertandingan di berbagai cabang olahraga dinilai berjalan dengan baik.
“Sejak event ini bergulir, sekitar 90 persen venue saya datangi, termasuk venue atletik hari ini. Dari hasil pemantauan, pelaksanaan Porprov di setiap lokasi berjalan dengan baik. Semua hal saya perhatikan, baik atletik maupun beberapa cabang olahraga yang sudah selesai dipertandingkan. Saya juga melihat proses penilaian berjalan cukup objektif dan sportif,” kata Piet.
Menurutnya, sportivitas dan objektivitas menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga multi-event karena berkaitan langsung dengan kualitas kompetisi dan kepercayaan para peserta terhadap hasil pertandingan.
Selain menyoroti jalannya pelaksanaan Porprov, Piet menegaskan ajang ini harus menjadi sarana untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu berkembang hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan saya tentunya bagaimana atlet-atlet kita di Maluku Utara dapat terus ditingkatkan sehingga ke depan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah Porprov V Maluku Utara, Halmahera Utara tidak hanya berkepentingan menyukseskan penyelenggaraan event, tetapi juga memastikan manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan dunia olahraga daerah setelah kompetisi berakhir.
Karena itu, pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi terhadap venue yang digunakan selama Porprov. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk peningkatan fasilitas olahraga sekaligus penguatan program pembinaan atlet.
“Pasca-Porprov ini kami akan melakukan evaluasi, termasuk terhadap venue yang nantinya akan ditingkatkan lagi. Untuk mendapatkan atlet yang maksimal, kita harus menyediakan fasilitas yang memadai. Kita sudah memiliki fasilitas, tinggal bagaimana ditingkatkan dan dibarengi pembinaan atlet yang maksimal sehingga ke depan Halmahera Utara bisa lebih baik lagi,” kata Piet.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan olahraga tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga pada ketersediaan sarana yang mendukung proses latihan serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Porprov V Maluku Utara mempertemukan atlet dari seluruh kabupaten dan kota dalam berbagai cabang olahraga. Selain menjadi arena kompetisi, ajang ini juga memberikan gambaran mengenai kondisi fasilitas olahraga dan kualitas pembinaan atlet di masing-masing daerah.
Bagi Halmahera Utara, pengalaman sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan olahraga secara lebih menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas venue hingga penguatan pembinaan atlet usia dini dan atlet berprestasi.
Evaluasi pascaporprov yang disiapkan pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai dan pembinaan yang terarah, Halmahera Utara menargetkan lahirnya lebih banyak atlet yang mampu mengharumkan nama daerah pada tingkat nasional maupun internasional. (ask)














