PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

30 Mahasiswa Masuk Gerbang Kaderisasi GMNI Halut, PPAB I 2026 Resmi Digelar

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) I Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara (Halut) di Pantai Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.

Dua hari kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pintu masuk bagi anggota baru ke dalam organisasi, tetapi juga diarahkan sebagai tahap awal proses kaderisasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai organisasi, ideologi, kebangsaan, hingga persoalan sosial yang dinilai dekat dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat.

Mengusung tema “Satu Ideologi, Satu Gerakan, untuk Indonesia yang Berkeadilan,” PPAB I GMNI Halut menghadirkan sejumlah materi, di antaranya sejarah dan keorganisasian GMNI, Nasionalisme, pengantar Marhaenisme, peran mahasiswa dan pemuda, serta kesarjanaan.

Ketua DPC GMNI Halut, Korneles Tobelo, saat membuka kegiatan mengatakan PPAB tidak semestinya dipandang sebatas agenda penerimaan anggota baru. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan kader yang bertujuan membangun kesadaran dan memperluas wawasan mahasiswa.

“GMNI tidak hadir sebagai ruang yang terpisah dari dunia mahasiswa dengan seluruh kegelisahan yang dihadapi. GMNI hadir untuk membuka kesadaran, memperluas wawasan, serta mendorong peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” ujar Korneles, Minggu (20/9/2026).

Ia menilai pemahaman terhadap Marhaenisme juga menjadi salah satu fondasi penting dalam proses kaderisasi GMNI. Karena itu, anggota baru tidak hanya diarahkan memahami struktur dan mekanisme organisasi, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai yang menjadi landasan gerakan.

Bagi GMNI Halut, proses kaderisasi menjadi penting karena organisasi mahasiswa tidak hanya membutuhkan anggota yang aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga memiliki kemampuan membaca persoalan di lingkungan sekitarnya.

Ketua Panitia PPAB I Tahun 2026, Regiovani Gama, berharap proses pembelajaran yang telah dimulai selama dua hari tersebut terus berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Ia mendorong para peserta untuk mempertahankan semangat belajar, memperbanyak diskusi, aktif berorganisasi, serta membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Proses ini jangan berhenti setelah PPAB selesai. Semangat belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan terlibat dalam persoalan masyarakat harus terus dikembangkan,” tegas Vani.

Melalui PPAB I Tahun 2026, DPC GMNI Halut menempatkan kaderisasi sebagai ruang untuk membangun pemahaman organisasi, wawasan kebangsaan, kesadaran sosial, dan semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tahap awal perjalanan 30 calon anggota baru dalam mengenal lebih jauh GMNI dan membangun kapasitas diri sebagai bagian dari organisasi mahasiswa.

Bagi GMNI Halut, proses itu diarahkan untuk melahirkan kader yang tidak hanya mampu berpikir kritis, tetapi juga memiliki kemauan untuk menerjemahkan gagasan ke dalam keterlibatan nyata di tengah masyarakat, sejalan dengan konsep “Pejuang Pemikir dan Pemikir Pejuang.” (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *