KIERAHAINSIGHT.ID | Pesan menjaga kedamaian menjadi salah satu penekanan dalam peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Halmahera Utara. Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, mengajak masyarakat merawat keamanan yang telah terbentuk dan tidak membiarkan pengalaman konflik masa lalu kembali memisahkan warga.
Pesan itu disampaikan Ramdhani saat acara syukuran HUT ke-81 TNI di Aula Kodim 1508/Tobelo, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Senin (5/10/2026). Baginya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil dari kepercayaan dan kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.
“Salah satu perhatian utama kita bersama adalah bagaimana mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Halmahera Utara,” kata Ramdhani.
Menurut dia, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tersebut. Karena itu, jajaran Kodim 1508/Tobelo tidak hanya menjalankan tugas di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Mulai dari pembangunan dan perbaikan jembatan, pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah hingga sekolah, menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Ramdhani, setiap kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Salah satu bentuk kepercayaan masyarakat yang disoroti Ramdhani adalah penyerahan senjata secara sukarela kepada aparat.
Ia menegaskan, senjata yang diserahkan warga tidak diperoleh melalui tekanan. Sebagian di antaranya merupakan peninggalan dari masa konflik yang masih tersimpan di tengah masyarakat.
“Saya perlu menegaskan bahwa penyerahan senjata tersebut dilakukan atas kesadaran dan keikhlasan masyarakat, tanpa adanya paksaan maupun tekanan,” ujarnya.
Ramdhani menyebut jajaran Korem 152/Babullah sebelumnya telah mengamankan sekitar 75 pucuk senjata dari berbagai wilayah. Sebagian besar berasal dari wilayah Kodim 1508/Tobelo.
Namun, ia tidak ingin jumlah tersebut hanya dipandang sebagai keberhasilan aparat. Menurutnya, setiap senjata yang diserahkan justru menjadi pengingat bahwa menjaga kedamaian membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Kalau ini disebut sebagai prestasi, tentu bisa kita lihat demikian. Tetapi bagi saya, sebenarnya ini merupakan peringatan sekaligus tanggung jawab bersama. Artinya, masih ada potensi ancaman yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat yang masih menyimpan senjata peninggalan konflik agar tidak ragu menyerahkannya kepada aparat.
“Tidak perlu takut dan tidak perlu merasa tertekan. Selanjutnya akan kami laporkan kepada pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ramdhani.
Di balik pesan keamanan tersebut, Ramdhani juga menyampaikan pesan yang lebih luas: Halmahera Utara harus terus bergerak maju tanpa kembali terjebak dalam konflik masa lalu.
Ia mengajak masyarakat menjadikan pengalaman sejarah sebagai pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih damai.
“Kita tidak akan maju apabila terus terjebak dalam persoalan masa lalu. Kita sudah belajar dari sejarah dan jangan sampai konflik yang pernah terjadi kembali terulang,” tegasnya.
Menurut Ramdhani, pembangunan daerah membutuhkan suasana yang aman. Karena itu, menjaga komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang terus ditekankan kepada jajaran Kodim.
“Komunikasi dengan masyarakat jangan sampai terputus,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak harus selalu hadir dalam bentuk tindakan represif. Bagi Kodim 1508/Tobelo, membangun hubungan, mendengar masyarakat, dan hadir ketika warga membutuhkan menjadi bagian dari cara menjaga stabilitas daerah.
Suasana syukuran HUT ke-81 TNI di Tobelo juga diwarnai penghormatan kepada para veteran dan warakawuri.
Kodim 1508/Tobelo memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi serta tali asih kepada veteran dan warakawuri. Pemberian tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap mereka yang telah lebih dahulu mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Ramdhani menyadari bahwa bantuan tersebut mungkin tidak besar secara materi. Namun, ia berharap perhatian tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat sedikit membantu dan meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa peringatan HUT TNI tidak hanya berbicara tentang kekuatan pertahanan, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia, antara prajurit dengan masyarakat dan antara generasi saat ini dengan para pendahulu.
Acara syukuran turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Kajari Halmahera Utara Rahmat, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Tri Asnuri Herkutanto, serta Sekda Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya.
Hadir pula jajaran TNI dan Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, veteran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Persit KCK Cabang XXXI Kodim 1508/Tobelo. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng HUT ke-81 TNI dan ramah tamah. (ask)














