PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

IKA TOGALE Halsel ke-21, Wabup Kasman Serukan Budaya Togale Tetap Hidup

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Modernisasi membawa perubahan hampir ke setiap sisi kehidupan. Namun, bagi Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, perubahan zaman tidak boleh membuat masyarakat Tobelo-Galela kehilangan akar budayanya.

Pesan itu disampaikan Kasman saat menjadi narasumber utama dalam peringatan Hari Jadi ke-21 Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu (26/9/2026). Mengangkat tema “Melestarikan Identitas Budaya Togale di Era Modern”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana budaya Togale dapat tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Di hadapan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, pengurus paguyuban, tokoh masyarakat, dan generasi muda, Kasman menekankan bahwa menjaga budaya tidak cukup dengan mengingat tradisi atau menggelar perayaan pada waktu-waktu tertentu. Yang lebih penting, nilai budaya harus tetap hadir dalam kehidupan masyarakat.

“Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat, namun modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Justru di tengah perkembangan zaman ini, identitas budaya Togale harus semakin kita pertajam, kita kenalkan, dan kita wariskan secara utuh kepada generasi muda,” ujar Kasman.

Menurut dia, tantangan terbesar pelestarian budaya adalah ketika tradisi hanya berhenti sebagai simbol. Ketika budaya hanya tampil di panggung, tetapi semakin jauh dari keseharian masyarakat, maka hubungan generasi muda dengan warisan leluhur berisiko semakin renggang.

Karena itu, Kasman mendorong agar nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya diperkenalkan melalui kegiatan organisasi atau agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari interaksi sosial keluarga dan masyarakat.

“Pelestarian budaya itu tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial atau panggung perayaan tahunan semata. Nilai-nilai kearifan lokal kita harus benar-benar dihidupkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan diperkenalkan secara berkelanjutan agar anak-cucu kita tidak asing dengan budayanya sendiri,” tegasnya.

Kasman juga menilai keberadaan IKA-TOGALE Halmahera Selatan memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan masyarakat Togale, khususnya mereka yang hidup di luar daerah asal.

Ia berharap paguyuban tersebut terus berkembang sebagai ruang pertemuan lintas generasi, bukan hanya untuk menjaga silaturahmi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan identitas bersama.

“Saya mendorong IKA-TOGALE Halmahera Selatan untuk terus menjadi ruang silaturahmi yang hidup, sekaligus wadah utama dalam memperkuat identitas, persaudaraan, dan kepedulian sosial kita,” kata Kasman.

Baginya, budaya tidak semestinya menjadi pembatas di tengah perubahan, melainkan kekuatan yang mempertemukan masyarakat.

“Budaya harus menjadi kekuatan yang mempersatukan. Kita boleh berada di mana saja, mengikuti perkembangan teknologi dan adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi akar budaya dan tali persaudaraan Togale harus tetap kita jaga erat-erat,” lanjutnya.

Perhatian Kasman kemudian diarahkan kepada generasi muda. Ia melihat perkembangan teknologi tidak semata-mata sebagai tantangan bagi keberlangsungan tradisi, tetapi juga membuka ruang baru untuk memperkenalkan budaya Togale kepada publik yang lebih luas.

Media digital, menurutnya, dapat digunakan untuk mendokumentasikan bahasa, tradisi, kesenian, nilai-nilai kearifan lokal, hingga cerita sejarah masyarakat Tobelo-Galela agar lebih mudah diakses generasi berikutnya.

“Generasi muda memiliki posisi yang sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan budaya ini. Pemanfaatan teknologi dan media digital saat ini justru harus menjadi sarana efektif bagi anak-anak muda kita untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal Tobelo-Galela ke khalayak yang lebih luas,” pungkasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-21 IKA-TOGALE Halmahera Selatan akhirnya tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi. Momentum tersebut ju (ga membawa pesan bahwa keberlangsungan budaya Togale akan sangat bergantung pada kemampuan generasi sekarang untuk membuat warisan leluhur tetap relevan dalam kehidupan masa kini. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *